Selasa, 08 September 2009

Berat Badan Nggak Nambah Karena Kekurangan Enzim MGAT2

Jakarta, Segala cara sudah Anda lakukan untuk bisa menambah berat badan, tapi kenapa nggak gemuk-gemuk juga? Para peneliti dari Amerika mungkin tahu jawabannya. Ketika semua teori untuk gemuk sudah tidak mempan lagi, salahkan enzim MGAT2 dalam tubuh.

Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menambah berat badan, terutama mereka yang sangat kurus dan memiliki badan 'triplek'. Makan junk food sudah, minum yang manis-manis sudah, bahkan minum susu penambah berat badan juga sudah. Lalu apa yang salah dengan semua itu?

Secara teori, untuk menambah massa tubuh, seseorang dianjurkan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat, lemak dan protein. Suplemen penambah nafsu makan pun banyak tersedia untuk membantu mereka yang ingin gemuk.

Namun ternyata ada satu hal yang tidak kita ketahui untuk urusan menggemukan badan, dan hal itulah yang menjadi penyebab mengapa seseorang tidak akan pernah bisa menjadi gemuk. Apa itu?

Dikutip dari That's Fit, Selasa (8/8/200(), menurut para peneliti di University of California at San Francisco, penyebabnya adalah enzim MGAT2. Enzim yang terdapat dalam saluran pencernaan itulah yang menentukan seberapa banyak makanan yang dimetabolisme tubuh.

Enzim MGAT2 jugalah yang mengubah energi menjadi cadangan lemak dalam tubuh. Dalam studi yang menggunakan tikus sebagai bahan percobaannya diketahui bahwa ketika seekor tikus kehilangan atau tidak punya enzim MGAT2, berat badannya tidak bisa bertambah.

Jadi jika Anda sudah mati-matian menaikkan berat badan tapi tidak berhasil juga, mungkin Anda terlahir tanpa atau kekurangan enzim MGAT2 ini. Tiap orang memang memiliki komposisi enzim yang berbeda-beda dalam tubuhnya, tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena hal itu.

Namun kabar baiknya, Anda yang tidak memiliki enzim itu bisa lebih terhindar dari penyakit akibat kelebihan berat badan seperti obesitas atau diabetes.

Tapi meskipun begitu, dengan menjalani pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi, tidak menutup kemungkinan berat badan pun bisa bertambah, walaupun hanya sedikit. (detikhealth)