Penetrasi makanan Barat sudah masuk dalam gaya hidup orang Indonesia. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji seperti pizza atau hamburger, sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Sayangnya, makanan siap saji itu bisa membawa dampak buruk bagi tubuh. Salah satunya adalah mempercepat proses penuaan dini.
Besarnya pengaruh makanan siap saji dalam proses penuaan dini terlihat dari studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Glasgow University. Para ilmuwan melakukan percobaan pada unggas untuk melihat pengaruh makanan cepat saji (junk food). Unggas tersebut dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberi makanan semacan junk food, sedangkan kelompok kedua diberi makanan dengan takaran sesuai yang dibutuhkan.
Dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa unggas yang diberi makanan sejenis junk food sejak lahir sampai pada usia 2 minggu, lebih cepat mati. Hal ini karena zat anti penuaan dan antioksidan yang diproduksi tubuhnya hanya bertambah sedikit. Perlu diketahui, antioksidan berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga kerusakan yang ditimbulkan partikel radikal bebas bisa menurun.
Sebenarnya antioksidan yang terdiri dari vitamin A dan E, antara manusia dan unggas berbeda. Pada manusia sudah ada antioksidan alami dalam tubuh. Sementara tubuh unggas tidak dapat membuat antioksidan sendiri. Jadi, unggas mendapatkannya dari makanan yang dikonsumsi.
Menurut Prof.Pat Monagham dan Prof.Neil Metcalfe, kedua kelompok unggas uji coba itu masih bisa tumbuh dengan kecepatan sama dan mencapai usia dewasa muda. Tapi, unggas yang mendapat makanan junk food sejak lahir hanya mendapat antioksidan yang jumlahnya sedikit.
"Saya pikir kondisi ini mungkin tidak sama bila manusia mengonsumsi junk food. Tapi siapa yang tahu?" tutur Prof.Metcalfe yang melaporkan hasil studi ini dalam Natural Environment Research Council. So, berhati-hati mungkin merupakan langkah terbaik. (wk)