Kamis, 18 Februari 2010

5 Penyebab Matinya Sperma

Jakarta, Sekitar 30 persen masalah ketidaksuburan pasangan suami istri disebabkan oleh kualitas sperma. Ada banyak hal yang menyebabkan gangguan kesuburan sperma itu, tapi ada 5 hal yang ikut berperan membuat matinya sperma.

Meskipun laki-laki memproduksi jutaan sperma setiap hari, tapi faktor eksternal dari luar tubuh bisa mempengaruhi kualitasnya. Karena sperma memerlukan waktu 75 hari untuk tumbuh menjadi matang.

Seperti dikutip dari Health, Kamis (17/2/2010) ada 5 hal yang bisa membuat sperma laki-laki menjadi mati, yaitu:

1. Suhu terlalu panas (overheating).
Testis manusia tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin dari bagian tubuh lainnya. Jika suhu testis dinaikkan hingga 98 derajat celcius, maka sperma akan berhenti berproduksi.

"Ketika produksinya terganggu, dampak negatifnya bisa berbulan-bulan. Jumlah sperma dapat lebih rendah, kematian sperma dan mempengaruhi morfologi dari sperma itu sendiri," ujar Paul Shin, MD seorang urologis dari Washington, D.C.

2. Berendam di air panas.
Berendam atau mandi dengan air panas tidak baik untuk testis. Berdasarkan penelitian tahun 2007, berendam selama 30 menit dalam bak air panas dapat menurunkan produksi sperma. Tapi efek negatif ini bersifat reversible (dapat berubah).

Dr Shin menuturkan eksposur air panas bisa berdampak negatif bagi sperma karena membuat sperma membutuhkan waktu yang lama untuk matang.

3. Demam

Kurt Wharton, MD seorang ahli kesuburan menuturkan kondisi seseorang yang terkena demam bisa berdampak pada kualitas spermanya, ini disebabkan suhu badannya yang panas. Menurut studi tahun 2003 didapatkan konsentrasi sperma berkurang hingga 35 persen setelah mengalami demam.

4. Memangku Laptop
Menurut peneliti dari State University of New York di Stony Brook ada hubungan langsung antara penggunaan laptop dengan meningkatnya suhu skrotum hingga 35 derajat celcius di posisi tertentu.

Peningkatan ini akan memiliki efek merugikan pada spermatogenesis (produksi pembentukan gamet jantan). Jadi jika ingin pasangan Anda hamil, sebaiknya letakkan laptop di atas meja jangan dipangku.

5. Penggunaan celana ketat

Dr Wharton menuturkan jika jumlah spermanya rendah, maka celana boxer lebih baik daripada celana ketat. Namun akan memberikan dampak yang kecil jika jumlah spermanya memang sudah normal. Mengenakan celana pendek ketat untuk jangka waktu yang lama merupakan kebiasaan yang buruk. (detihhealth)

Selasa, 16 Februari 2010

Tanda-tanda Anak Autis Yang Patut Dicurigai

Jakarta, Banyak orangtua yang merasa ketakutan anaknya akan terlahir autis. Beberapa tanda autis sebenarnya bisa dideteksi mulai dari bayi lahir hingga anak berumur lima tahunan. Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan maupun penyembuhan anak autis.

Autis terjadi pada 1 dari 700 orang dan lebih banyak terjadi pada laki-laki. Gejala autis biasanya sudah bisa terlihat sejak umur 18 bulan hingga 3 tahun. Beberapa tanda autis juga bisa diketahui sejak bayi.

Anak autis memiliki perkembangan otak yang tidak biasa dan menghasilkan sikap introvert (tertutup), tidak mau berinteraksi dengan lingkungan dan mungkin menjengkelkan bagi sebagian orangtua karena sikapnya yang seakan-akan tidak menurut.

Seperti dikutip dari Disabledworld, Selasa (16/2/2010), berikut ini beberapa gejala autis yang bisa dideteksi mulai dari bayi hingga tahun kelima pertumbuhan anak:

Baru lahir

Sejak bayi, anak autis biasanya tidak bisa merasakan atau merespons kehadiran orangtuanya. Ia tidak akan tertarik untuk melakukan kontak mata dan cenderung tertarik dengan objek yang bergerak. Bayi autis juga lebih banyak diam dan tidak menangis selama berjam-jam.

Tahun Pertama

Ada sejumlah kemampuan utama yang umumnya dicapai anak anak dalam usia setahun antara lain berdiri dengan bantuan orangtua, merangkak, mengucapkan sebuah kata sederhana, menggerakkan tangan, tepuk tangan atau gerak sederhana lainnya.

Jika anak tidak dapat melakukan kemampuan ini, tidak berarti itu gejala autisme. Ia dapat saja mencapai kemampuan itu nanti. Namun tak ada salahnya untuk waspada dan segera periksakan jika anak tak mencapai satu pun kemampuan umum diatas.

Tahun Kedua

Gejala autisme terlihat lebih jelas jika anak tidak tertarik pada ibunya atau orang lain, jarang menatap atau tidak terjadi kontak mata, tidak menunjuk atau melihat pada objek yang diinginkan, tak dapat mengucapkan dua patah kata, kehilangan kata-kata yang sebelumnya ia kuasai, mengulang-ulang gerakan seperti menggoyangkan tangan atau mengayunkan tubuh ke depan-belakang, tidak suka bermain, sering berjalan berjinjit.

Tahun Ketiga-Kelima

Gejala autisme setelah tahun kedua, semua yang terjadi pada tahun sebelumnya di atas dengan tambahan terobsesi oleh suatu objek tertentu seperti mainan atau game, sangat tertarik dengan suatu rutinitas, susunan atau keteraturan benda, sangat marah jika keteraturan atau susunan benda terganggu, sensitif terhadap suara keras yang sebenarnya tidak mengganggu anak lainnya dan sensitif terhadap sentuhan orang lain seperti tak suka dipeluk.

Jika bayi memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas, segera periksakan ke dokter spesialis untuk meyakinkan kekhawatiran orangtua dan meringankan beban mental sedini mungkin.

Tapi jika anak didiagnosa autis, jangan lekas merasa bersalah dengan menyalahkan diri karena tidak menjaga kandungan dengan baik selama kehamilan. Perlu diingat, lahirnya anak autis bukan kesalahan ibunya. Bahkan hingga kini penyebab autis masih belum dapat dipastikan.

Sebaliknya, usahakan tetap memberikan cinta dan kasih sayang layaknya pada anak normal. Anak autis hanyalah anak yang punya kondisi otak berbeda dengan anak lainnya. Sadari pula bahwa anak autis adalah anak spesial karena memiliki kemampuan yang berbeda dengan anak umumnya, oleh karena itu penanganannya pun harus spesial.

Lakukan konsultasi secara rutin dengan pakar dan jika perlu, masukkan anak ke sekolah khusus. Tapi jika kondisinya masih sedang dan tidak terlalu berat, cukup beritahukan pada gurunya bahwa ia butuh perhatian khusus. Yang perlu diketahui pula, penderita autis bisa disembuhkan asal rajin dan telaten mengawasi anak tersebut.

Jadi ketika suatu hari orangtua menyadari bahwa sampai usia 3 tahun anak tetap tidak memberi respons atau tidak bersikap interaktif seperti anak-anak lainnya, orangtua patut curiga 'Mungkinkah anak saya autis?' (detikhealth)

Bayi Kuning Karena ASI

Jakarta, Selama ini orang hanya tahu penyebab bayi kuning akibat adanya perbedaan rhesus ibu dengan ayahnya. Tapi ternyata ada satu lagi penyebabnya, yaitu penyakit kuning akibat disusui (breastmilk jaundice).

Jenis penyakit kuning ini biasanya muncul pada kehidupan minggu kedua bayi atau setelah 7 hari dan akan mencapai puncaknya sekitar hari ke-10 dari kelahiran bayi.

Angka kejadian untuk bayi kuning karena ASI ini sangat kecil yaitu sekitar 1-2 persen dari kelahiran bayi. Hingga kini belum diketahui apa penyebab dari penyakit kuning akibat disusui.

Seperti dikutip dari buku The Baby Book karangan William and Martha Sears, Selasa (16/2/2010) untuk memastikan apakah bayi mengalami sakit kuning akibat ASI atau bukan, maka ibu diminta untuk menghentikan penyusuan selama 12-24 jam. Jika kadar bilirubin bayi menurun hingga 20 persen secara cepat, maka hasil diagnosis dokter tersebut benar.

Namun para ibu tetap bisa menyusui bayinya jika kadar bilirubinnya tidak terlau tinggi. Jika dokter meminta ibu untuk tidak menyusui selama beberapa hari, maka sebaiknya ibu memompa ASI setiap 3 jam sekali hingga diperbolehkan kembali untuk menyusui bayinya.

Ibu yang bayinya terkena penyakit kuning tidak perlu berhenti menyusui, tapi dianjurkan untuk mengikuti bagaimana cara menyusui yang tepat serta frekuensi menyusuinya. Sejumlah cairan dan kalori yang berasal dari ASI tetap diperlukan untuk membantu bayi baru lahir membersihkan kelebihan bilirubin di dalam tubuhnya.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa hal ini bisa terjadi, menurut Breastfeedingbasics, ada sesuatu di dalam beberapa susu ibu yang dapat meningkatkan bilirubin reasbsorption, sehingga mempengaruhi organ hati dalam proses menurunkan kadar bilirubin.

Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati. Kadar normal bilirubin untuk bayi yang lahir dengan cukup bulan sekitar 12 mg/dl darah, sedangkan jika bayi tersebut lahir prematur atau belum cukup bulan maka kadar bilirubin normalnya adalah 10 mg/dl darah.

Pada bayi yang mengalami penyakit kuning akibat disusui biasanya akan dihentikan pemberian ASI-nya selama 1-2 hari dan diganti sementara dengan susu formula. Namun setelah kadar bilirubinnya normal kembali, maka ibu bisa menyusui bayinya lagi dan melanjutkan pemberian ASI.

ASI sampai saat ini masih menjadi satu-satunya pilihan makanan untuk bayi yang baru lahir, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan bayi menghentikan konsumsi ASI. Karena beberapa zat di dalam ASI dapat membantu meningkatkan berat badan serta berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. (detikhealth)