Kian hari, manusia kian menyadari betapa rentannya tubuh seiring kemajuan zaman. Tumbuhnya industri elektronik, meningkatnya teknologi, dan bertambahnya jumlah penduduk, merupakan penyumbang terbesar peningkatan polusi yang memicu timbulnya penyakit berbahaya.
Tidak mengherankan jumlah penderita serangan Jantung dan Kanker semakin bertambah, dan menjadi 2 penyakit terbesar di dunia yang mengakibatkan kematian. Bahkan KANKER diperkirakan menjadi pembunuh manusia nomor 1 di dunia pada tahun 2011. Para peneliti belum menemukan secara pasti penyebab utama kanker, namun secara garis besar disebabkan beberapa hal, salah satunya yaitu RADIKAL BEBAS.
APA ITU RADIKAL BEBAS ?Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron dan menjadi tidak stabil yang selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga timbullah sel-sel mutan. Bila perubahan DNA itu terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker.
Tubuh manusia sebenarnya bisa menetralisir radikal bebas dengan adanya antioksidan dalam tubuh. Hanya saja kadang jumlah radikal bebas yang masuk sangat banyak sehingga kemampuan tubuh untuk menetralisir semakin berkurang.
Beberapa hal yang diduga menjadi menyebab masuknya radikal bebas di dalam tubuh :
1. Tekanan pekerjaan
2. Gaya hidup
3. Pola makan yang tidak sehat
Lantas apakah semua orang bisa terkena radikal bebas? Jawabannya "YA". Beberapa tahun lalu, ada anggapan bahwa orang yang bekerja di luar ruang, sering terkena paparan sinar matahari dan polusi, berisiko lebih besar terkena kanker dibandingkan mereka yang bekerja di dalam ruang. Pada kenyataannya, pekerja kantor yang selalu berada di dalam ruangan pun bisa terkena penyakit kanker atau masalah kesehatan lainnya.
Penyebabnya :
- Radikal bebas dari ozon yang berasal dari mesin fotokopi atau printer
- Volatile compounds yang berasal dari karpet, perabot, cat, bahan pembersih, debu, karbon monoksida, dan formaldehit.
Kebiasaan BurukRendahnya pengetahuan masyarakat akan bahaya radikal bebas, menyebabkan mereka kurang waspada sehingga kurang memperhatikan gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Kebiasaan buruk, seperti jarang berolahraga, merokok, minum alkohol, kurang konsumsi buah dan sayur, menyebabkan daya tahan tubuh rendah sehingga radikal bebas dengan mudah masuk ke dalam tubuh.
Padahal, kebiasaan hidup sehat dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan antioksidan dalam tubuh yang membantu menetralisir radikal bebas.
Bagi mereka yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi seperti Jakarta (kini menempati nomor 3 kota terpolusi di dunia setelah Mexico City dan Mumbai), sangat membutuhkan asupan vitamin dan mineral antioksidan yang lebih banyak.
Apalagi dari data yang ada, asupan makanan dengan kandungan gizi harian terkait dengan antioksidan pada rata-rata orang dewasa di Indonesia adalah 62,6 persen untuk vitamin C dan hanya 35,5 persen untuk vitamin E. Ini menunjukkan betapa rendahnya konsumsi makanan harian yang mengandung unsur antioksidan.