Senin, 18 Mei 2009

Kemoterapi Bisa Kurangi Sel Darah

Kemoterapi yang kerap digunakan untuk pengobatan kanker dipahami banyak orang sebagai tindakan yang berbahaya. Sebenarnya untuk apa sih tindakan itu? Dalam situs resmi Dr dr Noorwati S SpPD, KHOM, mengatakan bahwa kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tertinggal. Dengan pengobatan ini beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi.

Manfaat lainnya adalah menghambat perkembangan kanker agak tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. Kemoterapi dapat diberikan dengan cara infus maupun suntikan langsung. Suntikan bisa dilakukan di otot, bawah kulit dan rongga tubuh. Cara lain adalah diminum, karena bentuknya berupa tablet atau kapsul.

Ada beberapa efek samping kemoterapi, misalnya lemas, mual dan muntah, gangguan pencernaan, sariawan, rambut rontok, otot dan saraf, kulit menjadi kering dan berwarna merah, serta berefek pada darah. Khusus pada darah ini, disebutkan Noorwati, beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah. Akibatnya jumlah sel darah menurun.

Kasus yang kerap dijumpai adalah penurunan sel darah putih (lekosit). Penurunan ini terjadi pada setiap kemoterapi. Penurunan jumlah sel dapat mengakibatkan penderita mudah terkena infeksi, pendarahan dan enimia.

Noorwati berpesan, pertimbangkan dan diskusikan dengan dokter Anda mengenai untung dan ruginya melakukan pengobatan kanker dengan cara kemoterapi.

(kompas.com)

Selasa, 05 Mei 2009

Teh Panas Tingkatkan Kanker Tenggorokan

Mengonsumsi teh panas, terutama di udara dingin, bisa menghangatkan tubuh. Tetapi minum teh yang terlalu panas ternyata memiliki risiko. Dari penelitian yang disiarkan dalam British Medical Journal, diketahui bahwa minum teh panas pada temperatur 70 derajat Celcius atau lebih dapat meningkatkan risiko terkena kanker tenggorokan. Penelitian dilakukan di Iran Utara yang masyarakatnya gemar mengonsumsi teh panas setiap hari.

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa rokok bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan. Tetapi provinsi Golestan di Iran Utara teryata memiliki angka OSCC (Oesophageal Squamous Cell Carcinoma) - salah satu jenis kanker tenggorokan - paling tinggi di dunia. Padahal konsumsi alkohol dan angka perokok rendah.

Maka dilakukan penelitian terhadap 300 orang yang menderita OSCC dan satu kelompok pembanding yang terdiri dari 571 pria dan wanita dari daerah yang sama. Hampir semua peserta minum teh hitam secara rutin dan rata-rata mengonsumsi lebih dari satu liter teh setiap hari. Hasilnya memperlihatkan peningkatan kuat risiko risiko OSCC yang berhubungan dengan meminum teh panas atau sangat panas. Maka mereka menyarakan orang untuk menunggu beberapa menit sebelum meminum satu gelas teh yang baru diseduh dengan air mendidih.(wk)