Kemoterapi yang kerap digunakan untuk pengobatan kanker dipahami banyak orang sebagai tindakan yang berbahaya. Sebenarnya untuk apa sih tindakan itu? Dalam situs resmi Dr dr Noorwati S SpPD, KHOM, mengatakan bahwa kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tertinggal. Dengan pengobatan ini beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi.
Manfaat lainnya adalah menghambat perkembangan kanker agak tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. Kemoterapi dapat diberikan dengan cara infus maupun suntikan langsung. Suntikan bisa dilakukan di otot, bawah kulit dan rongga tubuh. Cara lain adalah diminum, karena bentuknya berupa tablet atau kapsul.
Ada beberapa efek samping kemoterapi, misalnya lemas, mual dan muntah, gangguan pencernaan, sariawan, rambut rontok, otot dan saraf, kulit menjadi kering dan berwarna merah, serta berefek pada darah. Khusus pada darah ini, disebutkan Noorwati, beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah. Akibatnya jumlah sel darah menurun.
Kasus yang kerap dijumpai adalah penurunan sel darah putih (lekosit). Penurunan ini terjadi pada setiap kemoterapi. Penurunan jumlah sel dapat mengakibatkan penderita mudah terkena infeksi, pendarahan dan enimia.
Noorwati berpesan, pertimbangkan dan diskusikan dengan dokter Anda mengenai untung dan ruginya melakukan pengobatan kanker dengan cara kemoterapi.
(kompas.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar