Kamis, 29 Januari 2009

Memandu 'bakat' Diabetes

Pada umumnya mereka yang berbakat diabetes, kadar gula darah akan meningkat sehabis makan, tapi akan kembali normal dalam 2 jam. "Bila masih lebih dari 200 mg/dl, menunjukkan hormon insulinnya tidak bekerja," tutur kardiolog dan internis RS Pertamina Pusat, dr. Djoko Maryono.

Pada orang normal, naiknya kadar gula dalam darah sehabis makan memicu organ pankreas mengeluarkan insulin untuk mencegah kenaikan kadar gula lebih tinggi. Sehingga secara perlahan kadar gula menurun. Namun pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu berproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan badan.

Dalam versi Djoko, orang dianggap berbakat diabetes bila kadar gula darah sewaktu diperiksa mencapai 150-180 mg/dl. Bakat ini bisa berasal dari garis keturunan atau memiliki kegemukan sentral, dimana ukuran lingkar pinggang pria lebih dari 90 cm dan perempuan lebih dari 80 cm. Perempuan yang melahirkan bayi lebih dari 4,5 kg, juga diindikasi berbakat diabetes.
"Bakat Diabetes 30% dipengaruhi genetika, sedangkan 70% dari pola hidup dan lingkungan," ia menuturkan.

Adapun penderita diabetes biasanya cenderung banyak makan, minum serta buang air kecil.
Pada penderita tertentu, badan kerap pegal linu, rambut rontok dan bobot tubuh turun mencapai 20 kg. Bahkan seringkali koreng (luka) tidak sembuh-sembuh selama satu setengah tahun.

Namun kriteria itu belum muncul pada mereka yang baru sebatas berbakat diabetes. Tapi gejala yang kerap timbul lazimnya 20% diantaranya mengalami masalah penglihatan, 35% gangguan jantung, 45% disfungsi ereksi, dan sisanya terjangkit luka yang tidak kunjung sembuh.

Penduduk Indonesia yang terkena diabetes diperkirakan bakal melonjak. Pada 2010 akan mencapai 85-100 juta jiwa. Pemicunya, tak lain, negeri ini bagian dari kawasan Asia Pasifik yang karakter orangnya gemar makan manis, berlemak dan berbumbu. Adapun angka akselerasi penderita diabetes wilayah ini mencapai 57%, sedangkan di belahan Amerika jauh di belakang, cuma 23%.

Menilik sejarah, sejumlah pola makan masyarakat Nusantara berisiko menaikkan gula darah dan merusak fungsi pankreas. Misalnya di daerah Gunung Kidul, banyak perempuan hamil makan geplak, dari singkong yang mengandung sianida atau racun. Menurut dr. Brusma dari Universitas Amsterdam, yang meneliti daerah itu pada tahun 1950, sianida dalam geplak merusak pankreas pada bayi, sehingga pankreas tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, produksi insulin tidak normal.

Selain penduduk pulau Jawa, masyarakat Sumatera diintai diabetes. Tercatat 3 dari 10 orang Padang menderita hipertensi dan gangguan toleransi gula dalam darah. Hal ini lantaran mereka "keracunan" gula dan lemak dari sajian penuh bumbu. Pola makan masyarakat urban dan perkotaan juga patut dikambinghitamkan. Makan cepat saji ala Barat sebetulnya mengandung tinggi radikal bebas. Bahan makanan itu diolah ulang pada suhu tinggi, lalu disimpan, kemudian diawetkan. "Soft drink dua botol sehari dapat mengakibatkan serangan diabetes," ujar Djoko.

Untuk itu cobalah modifikasi pola hidup Anda. Dimulai dini ketika ibu hamil tiga bulan pertama. Karena pada masa itu, janin harus tercukupi asupan proteinnya agar sekat jantung dan pembentukan pankreas menjadi sempurna. Dari banyak studi ditemukan, ikan kembung, selain berisi protein, mengandung omega 3 paling tinggi. Omega 3 berfungsi untuk membuat lentur pembuluh darah sehingga menghindari pembentukan plak atau sumbatan pada pembuluh darah, termasuk di jantung. "Omega 3 juga meningkatkan pengambilan insulin dari sel," papar Djoko.

Juga jangan lupa melakukan 7.500 langkah per hari. Rinciannya, 1 kalori itu 25 langkah dan seseorang harus membakar 300 kalori per hari. "300 kalori itu sama dengan 1 bungkus indomie atau 2 minuman kola atau sebungkus nasi goreng," kata Djoko.

Lalu bagi yang sudah terjangkit diabetes, selesai makan sangat disarankan langsung jalan kaki. Paling tidak 2.500 langkah yang bisa membakar 100 kalori. Langkah sebanyak itu sama dengan 50 meter. Bisa dilakukan baik pagi, siang maupun malam.
(Heru T, Koran Tempo)

Jumat, 23 Januari 2009

Mengatasi Alergi Susu Sapi

Mendengar kata alergi, mengingatkan orang akan bercak-bercak merah pada kulit. Tapi bagaimana dengan bayi yang mengalami alergi pada susu sapi? Ternyata gejalanya gak jauh beda. Selain terdapat bercak-bercak merah pada kulit, alergi susu sapi pada bayi juga menimbulkan diare, sembelit dan asma.

Alergi susu sapi sering ditemukan pada anak dibawah usia 3 tahun, terutama dibawah usia 12 bulan. Hal ini dihubungkan dengan maturasi (pematangan) sistem saluran cerna. Alergi susu sapi termasuk alergi makanan.

Gejala klinin yang sering terlihat adalah gangguan saluran cerna (50% - 80%), kemudian muntah, diare berlanjut yang kadang-kadang disertai darah, sembelit, reaksi pada kulit (eksim dan urtikaria), saluran napas (batuk berulang dan asma), serta dalam beberapa kasus ada yang mengalami gangguan pertumbuhan anak. Selain itu bila bayi tetap gumoh padahal posisi menyusui sudah benar, bisa menjadi tanda alergi.

Bila anak diare yang dibawa ke dokter tidak sembuh dalam 5 hari, maka kemungkinan diarenya karena alergi susu sapi. Selain itu untuk memastikan bayi terserang alergi susu sapi dapat dilakukan tes yang disebut eliminasi. Caranya bayi tidak diberi susu sapi selama dua sampai tiga minggu. Hal itu disertai dengan pemberian makanan padat yang mengandung susu sapi.

Jika setelah memakan makanan padat yang mengandung susu sapi tidak terdapat gejala klinis alergi maka berarti bayinya tidak alergi susu sapi. Tapi bila alergi, maka anak tersebut tidak boleh diberi susu sapi.

Untuk mengatasi bayi yang terkena alergi susu sapi dapat diberikan susu sapi yang sudah dihidrolis secara penuh, sehingga efek alerginya jauh lebih berkurang. Namun memberikan ASI tetaplah jalan yang terbaik karena kandungan ASI lebih sempurna daripada kandungan pada susu sapi.

Rabu, 14 Januari 2009

Waspadai Maag yang Mendadak

Kanker harus semakin diwaspadai mengingat jumlah penderitanya terus bertambah. Jenis kanker pun semakin banyak dan hampir semua organ tubuh bisa terkena. Salah satunya adalah kanker lambung. Penyakit ini, memang di Indonesia penderitanya masih sangat kecil, tetapi seperti jenis kanker lainnya, kanker lambung sulit untuk disembuhkan.

Penyebab kanker lambung adalah Helicobacter pylori yang ditemukan oleh dua warga Australia pada tahun 2005, yaitu John Robin Warren (11 Juni 1937) dan Barry James Marshall (30 September 1951), Keduanya mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 2005.

Penyebab keberadaan Helicobacter pylori di dalam lambung masih belum diketahui dengan pasti. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, misalnya pola makan yang tidak sehat, seperti kurang mengonsumsi buah dan sayur. Juga gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alcohol, dan makan makanan yang dibakar (barbeque). Namun bisa juga bakteri itu tidak berkembang menjadi kanker.

Pada dasarnya bakteri itu hanya menyebabkan luka yang menyebabkan terjadinya tukak lambung atau yang biasa dikenal dengan nama penyakit maag. Bahkan jika keberadaan bakteri tersebut bisa diketahui dengan cepat, penyakit maag bisa disembuhkan.

Sayangnya kebanyakan orang dating ke dokter dalam keadaan sudah parah atau stadium akhir. Alangkah baiknya bila dilakukan pemeriksaan dini seperti pemeriksaan melalui endoskopi.

Namun maag hanyalah salah satu dari sekian gejala kanker lambung. Gejala lainnya adalah perut kembung seperti kekenyangan, muka pucat, buang air besar berwarna hitam, berat badan turun, dan muntah darah.

Gaya hidup sehat menjadi langkah awal untuk menjaga diri dari kanker lambung, antara lain :

-Mengurangi makanan yang merangsang

-Hindari makanan yang dibakar seperti sate atau barbeque

-Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol

-Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.


Beberapa fakta tentang penyakit maag:

  • Tidak semua penderita maag menjadi halangan untuk berpuasa, tergantung jenis dan parahnya penyakit.
  • Sakit maag tidak boleh diremehkan, karena penderita maag yang akut bisa menyebabkan pingsan atau muntah darah.
  • Ada penderita maag yang kambuh setelah minum susu, sementara ada yang tidak merasakan apa-apa, jadi itu tergantung dari penderitanya.
  • Meskipun terasa asam, jeruk nipis sama sekali tidak membuat lambung perih.
  • Yogurt masih aman bagi mereka yang menderita maag, rasa asam yogurt tidak akan merangsang produksi berlebih asam lambung.

Selasa, 13 Januari 2009

Pemicu Timbulnya Jerawat

Jerawat memang salah satu masalah kulit yang umum dan kerap mengganggu. Bukan hanya membuat kulit jadi tidak nyaman karena nyeri yang ditimbulkannya, tetapi juga bisa membuat penampilan wajah jadi kurang enak dilihat.

Bahkan bila jerawat yang diderita cukup parah, bisa meninggalkan bekas berupa flek hitam dan kulit tampak seperti papan parut. Siapa saja pasti akan minder bila harus punya wajah yang tak bersahabat seperti itu.

Pada dasarnya jerawat muncul akibat adanya sumbatan di saluran kelenjar minyak yang kemudian terinfeksi bakteri propionbacterium acnes. Dan terjadilah proses inflamasi atau peradangan, sehingga timbullah jerawat.

Jerawat baik yang berukuran kecil tanpa peradangan (komedo), yang meradang dan bernanah di puncaknya, hingga yang sebesar biji jagung atau umumnya disebut jerawat batu (cystic acne), pada dasarnya memiliki penyebab yang sama. Hanya tingkat keparahannya saja yang berbeda. Dan tingkat keparahan ini yang disumbang oleh berbagai latar belakang.

Latar belakang yang pertama adalah faktor keturunan. Secara genetik, peluang berjerawat dapat diturunkan melalui sifat-sifat gen yang mempengaruhi kondisi kulit sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya jerawat.

Misalnya, kelenjar minyak kulit yang overaktif dan perbedaan kemampuan regenerasi kulit yang tidak normal. Regenerasi sel kulit yang tidak normal menyebabkan penumpukan sel kulit mati pada pori. Kondisi ini tentu memperbesar kemungkinan terjadinya penyumbatan pada saluran kelenjar minyak kulit dan peradangan, karena aktivitas bakteri yang memang menyukai tumpukan lemak.

Selain keturunan, faktor hormonal juga dapat memicu makin parahnya jerawat. Aktivitas hormonal yang meningkat seperti menjelang menstruasi atau di masa memasuki usia pubertas, membuat kelenjar minyak kulit menjadi overaktif.

Tetapi hal ini tidak terjadi pada semua orang, hanya pada orang-orang tertentu yang kondisi kulitnya sangat berminyak. Jadi, perubahan hormonal tidak selalu menyebabkan seseorang jadi berjerawat.

Selain faktor-faktor internal, jerawat juga bisa diperparah atau dipacu oleh faktor eksternal. Misalnya penggunaan kosmetik yang mengandung bahan minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation.

Penggunaan kosmetik atau produk perawatan seperti pembersih wajah yang terlalu berminyak (mengandung minyak) dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. begitu juga penggunaan bedak yang mengandung foundation. Foundation yang terkandung pada bedak, menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori. (Kps)

Tips Agar Mata Tetap Sehat

1. Jangan menonton televisi terlalu lama dan dekat
Sebaiknya posisi televisi sejajar dengan mata penonton. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi pengaruh cahaya yang keluar dari tabung televisi yang amat kuat. Penerangan juga perlu diperhatikan, lampu harus cukup terang dan terletak di atas ruangan bukan di belakang televisi. Ambillah jarak yang tidak terlalu dekat dalam menonton televisi.

2. Tidak terlalu lama bekerja di depan monitor komputer
Biasakan memberi waktu dalam beraktivitas di depan layar monitor. Misalnya setiap 15 atau 30 menit sekali beristirahat agar mata tidak selalu dalam keadaan tegang karena melihat layar dengan jarak yang terlalu dekat.
Berinteraksi dengan layar monitor dalam waktu lama mengakibatkan mata tegang dan kering. Beberapa tip yang berkaitan dengan layar televisi dapat digunakan saat menggunakan komputer.
  • Jika sudah terlalu lama, sebaiknya berhenti dulu beberapa saat untuk mengistirahatkan mata. Selain itu, sering berkedip juga disarankan untuk menghindari mata kering.
  • Jika ada gangguan penglihatan saat menggunakan komputer, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli mata.
  • Jarak antara layar monitor dengan mata sekitar 30-40 cm dengan posisi bagian atas layar sesuai dengan ketinggian bola mata atau sedikit dibawah batas mata.
  • Pastikan monitor yang Anda gunakan dapat diatur kemiringannya agar mudah menyesuaikan dengan posisi mata. Jika memiliki dana, sebaiknya menggunakan monitor LCD karena radiasinya lebih rendah dibanding dengan monitor biasa.
  • Gunakan screen protector di layar komputer untuk mengurangi pancaran radiasi.
  • Jika mengalami gangguan penglihatan, baik rabun jauh atau dekat, gunakan kacamata untuk memastikan bahwa bayangan tepat jatuh di retina.
3. Membaca buku
Jarak yang aman membaca buku adalah 30 cm. Bila terlalu dekat dapat membuat mata tegang dan mengakibatkan rabun jauh dalam jangka panjang. Membaca buku juga tidak boleh sambil tiduran. Penerangan pun juga harus cukup misalnya dengan lampu neon yang terang. Dengan demikian kesehatan mata akan tetap terjaga.

4. Hindari debu dan polusi
Bagi yang sering beraktivitas di jalan raya seperti tukang ojek, polisi, sopir angkot, kurir dan lain sebagainya, sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata dan helm yang berkaca. Hindari debu yang masuk ke mata karena bisa membuat mata jadi infeksi.

5. Makan makanan bergizi, berserat dan bervitamin A
Mata butuh asupan zat-zat yang bergizi serta vitamin yang cukup agar dapat menjaga kondisi tetap fit. Biasakan memakan makanan yang berserat dan memiliki kandungan gizi yang cukup. Kita dapat mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, alpukat, tomat, pepaya dan lain sebagainya.
Hubungi dokter setiap punya masalah dengan mata. (Kps)

DIABETES DAN PENYAKIT MATA

Diabetes Melitus atau sering disebut penyakit kencing manis, adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia).

Diabetes disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup namun tidak mampu bekerja dengan baik. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerja dengan cara, merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula, meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati, dan mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula.

Diabetes menyebabkan komplikasi yang sangat ditakutkan orang. komplikasi inilah yang biasanya menyebabkan kematian, meliputi gangguan penglihatan, gangguan fungsi syaraf, fungsi seksual, kelainan jantung dan pembuluh darah, dan gagal ginjal.

Kompikasi diabetes biasanya menjadi penyebab beberapa penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma, tetapi ada satu penyakit yang umumnya diderita oleh penderita diabetes, yaitu retinopati diabetika.

Retinopati Diabetika merupakan komplikasi diabetes yang disebabkan oleh perubahan-perubahan pembuluh darah di dalam mata.

Diabetes menyebabkan rusaknya pembuluh darah pada retina mata bagian belakang sehingga menyebabkan kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lanjut dapat menyebabkan terjadinya pendarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Risiko terbesar dari penyakit ini adalah menderita kebutaan.

Makin lama seorang diabetasi semakin tinggi kemungkinan menderita retinopati diabetika, apabila tidak dilakukan pengontrolan yang baik kadar gula darahnya.

Pada tahap awal Retinopati Diabetika, umumnya tidak ada gangguan penglihatan. Pada stadium awal, penyakit ini hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan retina oleh dokter mata. Pada tahap selanjutnya, penderita akan mengeluh penglihatan kabur, bayangan bintik-bintik atau serat seperti sarang laba-laba, atau penglihatan menjadi gelap sama sekali apabila telah terjadi pendarahan di bola mata. Khusus untuk keadaan tertentu, seperti kehamilan, tekanan darah tinggi dan rokok dapat memperburuk retinopati diabetika.

Penanganan cepat dan tepat merupakan kunci penyelamatan penglihatan pada retinopati diabetika. Sedangkan bila kerusakan pada retina sudah cukup parah, digunakan pengobatan dengan sinar laser. Sinar laser adalah sinar kekuatan tinggi yang difokuskan pada retina yang rusak. Beberapa tembakan halus sinar laser dapat menutup kebocoran pembuluh darah sekitar macula dan mengurangi edema macula.

Efek samping dari terapi laser dalam jumlah besar antara lain, timbulnya rasa mual dan sakit, silau dan penurunan tajam penglihatan, dan penyempitan lapangan pandang dan kesulitan melihat pada malam hari. Umumnya efek samping ini akan berkurang setelah beberapa waktu. Laser tetap merupakan pengobatan retinopati yang terbaik, walaupun kadang efek sampingnya sangat mengganggu.

Untuk mengatasi penyakit mata jenis ini, yang paling penting untuk diperhatikan adalah menjaga pola makan dan menerapkan pola hidup sehat. Makanan, terutama yang memiliki kadar gula tinggi, sedapat mungkin harus dijauhi. Sebaiknya pula diimbangi dengan melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Dengan melakukan hal tersebut, bukan hanya bahaya kebutaan yang bisa dihindari tetapi juga bahaya komplikasi diabetes yang lain, seperti penyakit jantung dan stroke. (Kps)

Senin, 12 Januari 2009

Atasi Depresi dengan TMS

Dunia medis terus-menerus mencari cara untuk menangani depresi. Depresi yang parah dapat mengganggu aktivitas seseorang. Terapi antidepresi yang ada sekarang ini dianggap gagal untuk meredakan depresi bagi sepertiga penderitanya. Salah satu penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, menemukan terobosan baru. Transcranial Magnetik Stimulation (TMS) merupakan teknik pengobatan luar tubuh yang merangsang saraf-saraf dalam otak dengan tekanan magnetik melalui kulit kepala. TMS merupakan cara pengobatan yang aman dan efektif, tanpa menggunakan obat-obatan bagi penderita depresi.

Beberapa penemuan kecil menunjukkan TMS efektif dalam menangani depresi. Setalah 4 hingga 6 minggu penggunaan TMS dalam perawatan 325 pasien dengan kelainan depresi parah yang tidak dapat ditanggulangi dengan perawatan antidepresi lainnya, tingkat respons dan pemulihan dengan menggunakan TMS aktif 2 kali lebih baik dibanding mereka yang menjalani TMS palsu. TMS aktif dikaitkan dengan kemajuan pesat terhadap gejala depresi dan tingkat keparahan yang telah disepakati para dokter secara global. Perubahan jelas terlihat dalam suasana hati serta perasaan pasien secara keseluruhan. (wik/info sehat)

Operasi Kegemukan Sembuhkan Diabetes Anak

Pola hidup zaman sekarang menyebabkan banyak anak gemuk luar biasa. Berbagai penyakit berbahaya pun bisa menyerang anak-anak itu, termasuk diabetes. Namun penelitian terakhir menyebutkan bahwa anak-anak yang melakukan operasi untuk mengurangi kegemukannya, setelah setahun justru bisa menghilangkan diabetes yang dideritanya. Hasil ini juga dibuktikan pada 11 pasien anak-anak obesitas yang menderita diabetes, khusunya diabetes tipe 2.

Ke-11 pasien anak-anak yang diteliti itu berusia 14 hingga 21 tahun dan memiliki berat badan antar 250 pon hingga 403 pon. Mereka sudah didiagnosa menderita diabetes dan harus mengonsumsi obat dan insulin. Mereka kemudian dibandingkan dengan 67 anak lainnya yang juga mengalami kegemukan (obesitas). Ke-11 anak tersebut melakukan operasi yang berbeda di lima pusat perawatan medis. Operasi tersebut membuat mereka kehilangan berat badan antara 72 hingga 218 pon.

Setahun kemudian, ternyata hasilnya mengejutkan karena 10 dari 11 anak yang diteliti itu bebas dari diabetes dan tidak lagi mengonsumsi obat dan insulin. Satu anak lainnya masih menderita diabetes serta mengonsumsi obat dan insulin. Setelah diteliti, ternyata ibu dan adiknya juga memiliki diabetes tipe 2. Namun, setelah 3 tahun operasi, anak itu tidak gemuk dan tidak lagi menggunakan insulin. Sementara anak-anak yang tidak melakukan operasi, mereka tetap menderita diabetes. (wik/newshealth).

Menyusui Bayi Minimal 4 Bulan, Perkuat Paru Anak

Kesibukan ibu pekerja kerap membuat jangka waktu menyusui lebih pendek dari waktu idealnya. Padahal, menyusui anak memiliki berbagai keuntungan. Salah satunya adalah kekuatan paru-paru anak. dari peneilitian yang dilakukan oleh para peneliti di Columbia ditemukan data bahwa anak-anak yang menyusu pada ibunya setidaknya selama 4 bulan, kemungkinan besar paru-parunya akan bekerja lebih baik dibandingkan anak-anak yang jangka waktu menyusunya lebih pendek atau yang menggunakan botol. Penelitian dilakukan pada anak-anak yang berusia 10 tahun dengan melihat fungsi dan kapasitas paru-parunya.

"Latihan fisik yang disebabkan dari proses menyusui kira-kira enam kali dalam sehari selama 4 bulan, kemungkinan akan meningkatkan kapasitas paru-paru dan perputaran udara dari paru-paru, dibandingkan anak-anak yang menggunakan botol," ujar Dr. Ikechukwu U Ogbuanu seperti dikutip healthnews.com. Bersama-sama rekannya, Dr. Ogbuanu melakukan penelitian terhadap 1.033 anak-anak berusia 10 tahun.
Data yang dikumpulkan :
  • 39 % anak disusui oleh ibunya selama 4 bulan
  • 40 % anak disusui oleh ibunya kurang dari 4 bulan
  • 21 % anak tidak disusui oleh ibunya dan hanya menggunakan botol.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang disusui oleh ibunya selama 4 bulan memiliki paru-paru yang lebih kuat dibandingkan anak-anak yang diberi susu melalui botol. (wik)