Rabu, 04 Februari 2009

Shift Malam Picu Kanker

Kaum wanita yang berkerja di malam hari seperti perawat dan pramugari tampaknya harus lebih ekstra menjaga kesehatan tubuhnya. Sebuah penelitian yang dilakukan salah satu unit penelitian WHO yaitu International Agency for Research on Cancer (IARC) melaporkan bahwa bekerja malam kemungkinan bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Artinya, terdapat bukti yang terbatas tentang kanker pada manusia, namun telah diperoleh bukti cukup pada hewan percobaan.


Wanita yang bekerja malam cukup lama menghadapi risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang bekerja siang hari. Para periset mengatakan bekerja dengan shift mengganggu jam biologis tubuh. Padahal, jam internal ini mengatur ritme circadian suatu sistem kompleks yang memberi sinyal pada sel-sel untuk memproduksi hormon di berbagai kesempatan. Gangguan ritme circadian inilah yang mungkin bisa bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Pekerjaan shift paling banyak ditemukan dalam sektor layanan kesehatan, transportasi, industri, komunikasi dan rumah sakit.


Para periset melakukan suatu tinjauan pada studi epidermiologi. Data didasarkan pada kasus kanker payudara di kalangan perawat dan pramugari. Diperkuat studi pada hewan yang menunjukkan paparan terhadap cahaya yang terus meneru, cahaya redup di malam hari, serta dimulasi jet lag memicu perkembangan tumor secara signifikan. Salah satu pemicu meningkatnya risiko kanker adalah sistem circadian yang terganggu karena paparan terhadapa cahaya di malam hari. Keadaan ini mengubah pola tidur, menekan produksi hormon melatonin, dan mengacaukan gen yang mengendalikan perkembangan tumor.


Namum Cogliano dari IARC menyatakan, faktor apa saja yang membuat pekerjaan dengan shift menyebabkan kanker, masih perlu diteliti. (wk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar