Kamis, 12 Februari 2009

Bahaya Klorin di Kolam Renang

Sebuah penelitian terakhir memperlihatkan dampak klorin terhadap anak-anak. Penelitian yang dilakukan oleh Dr.Alfred Bernard dari Belgia itu melibatkan 341 anak berusia 10 hingga 13 tahun. Sebanyak 43 anak diantaranya pernah mengikuti kursus renang untuk bayi dan balita. Data diambil dari informasi mengenai kesehatan pernapasan anak (gejala pernapasan selama 12 bulan, diagnosa asma oleh dokter, serta kejadian bronkitis berulang), paparan anak terhadap risiko asma dan alergi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh para orang tua. Mereka juga menjalani pemeriksaan medis dan skrining asma.


Hasilnya, anak-anak yang rutin berenang semasa kecil menunjukkan penurunan protein sel (serum Clara) yang signifikan rata-rata 20 persen. Kondisi ini dihubungkan dengan risiko asma dan bronkitis berulang yang tinggi. Dr Bernard dan tim menyimpulkan, latihan renang pada anak kecil terutama di kolam renang indoor, diasosiasikan dengan perubahan jalan napas (bersama faktor-faktor lainnya) dapat membuat anak rentan mengalami asma dan bronkitis.


Usia menjadi faktor yang ikut berperan. Risiko berkembangnya asma atau peradangan paru tampak paling tinggi saat anak secara teratur berlatih renang dibawah usia 7 tahun. Para ahli menduga kepekaan yang lebih tinggi akan klorin pada anak disebabkan sebelum berusia 6 hingga 7 tahun, anak biasanya belum mahir berenang sehingga mereka terpaksa berenang di kolam kecil yang padat dan terpolusi. Anak kemungkinan besar menghirup lebih banyak aerosol dan menelan banyak air yang mengandung klorin saat belajar atau bermain air.


Penjelasan lainnya, kemungkinan paru-paru anak belum berkembang, sehingga mereka rentan terhadap efek iritasi klorin dan turunannya, walaupun hanya sebentar berada di kolam renang (sekita 20 hingga 30 menit setiap kali). Langkah terbaik adalah dengan memilihkan lokasi kolam renang yang terawat dan tidak tercium bau kaporit yang menyengat.

(wk/infosehat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar